Serangga Sumber Protein
Bisakah Anda membayangkan ada jangkrik atau cacing berada di atas piring makan Anda? Jijik? Tunggu dulu. Sebuah penelitian di Uni Eropa menyatakan bahwa serangga menjijikan tersebut ternyata memiliki kandungan protein tinggi.

Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka mencari sumber pangan alternatif, walaupun sebenarnya di beberapa negara lain selain Eropa, jenis serangga tersebut sudah menjadi makanan yang umum.

Hasil riset tersebut menemukan bahwa kandungan protein cacing ternyata 3 kali lebih tinggi dari pada daging sapi per ons nya.

Bahkan 4 ekor Jangkrik, binatang yang suka mengerik itu, memiliki kandungan kalsium yang setara dengan segelas susu sapi.

Untuk memulai kampanye makanan sehat jenis serangga ini, semut, belalang dan juga lebah madu mulai dimasukan dalam menu di London Archipelago Restaurant, sebuah restoran yang menyajikan makanan sehat alami.

Yang jadi masalah, orang Eropa ternyata belum bisa sepenuhnya menerima bahwa berbagai jenis serangga tersebut ada di atas piring makan mereka, sehingga hingga saat ini, penggunaan berbagai serangga tersebut dalam makanan masih disamarkan, demikian kilah Daniel Creedon, koki di restoran tersebut, seperti dikutip Dailymail.

Biasanya label untuk makanan tersebut adalah ‘Makanan Tinggi Protein’, tanpa menuliskan jenis serangga yang digunakan untuk membuatnya.

Padahal keuntungan dari menggunakan serangga sebagai sumber protein amat banyak.

Dari mulai pengembangbiakan yang tidak butuh banyak biaya dan tidak menimbulkan limbah bagi lingkungan seperti beternak sapi atau babi.

Serangga pun tidak memerlukan tempat terlalu luas untuk hidup. Beberapa ahli mengatakan bahwa penggunaan serangga sebagai salah satu sumber protein tidak mungkin dihindari, sejalan dengan semakin tingginya biaya ternak hewan lain, juga dampak terhadap lingkungan hidup.

Sudah siapkah Anda?



Sumber

Post a Comment

Powered by Blogger.